Fahri Hamzah Balas ‘Sentilan’ KPK Lima Kali, Apa Saja?

Fahri Hamzah Balas ‘Sentilan’ KPK Lima Kali, Apa Saja?

Lensapost.com, Jakarta – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah kembali berseteru dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kali ini, karena nama Fahri Hamzah tiba-tiba muncul dalam persidangan kasus suap pajak yang juga melibatkan adik ipar Presiden Jokowi, Arief Budi Sulistyo.



KPK pun mengaku membuka peluang untuk memeriksa Fahri Hamzah. Sebab, bukan tidak mungkin, Fahri juga terbelit kasus pajak seperti yang tengah diusut KPK melibatkan Bos PT Eka Prima Indonesia Ramapanicker Rajamohanan Nair yang kini sudah jadi terdakwa.

“Nama-nama yang belum sempat diperiksa dalam proses penyidikan dimungkinkan untuk dihadirkan sebagai saksi jika keterangannya dibutuhkan jaksa untuk pembuktian maupun atas perintah majelis hakim,” kata Febri di Gedung KPK, Rabu 22 Maret lalu.

Awal mula nama Fahri Hamzah disebut dalam sidang ketika terdakwa Handang Soekarno yang menangani sejumlah wajib pajak bersaksi di sidang Tipikor. Jaksa bertanya tentang barang bukti berupa dokumen yang disita dari tas Handang. Dari situ muncul nama artis Syahrini.

Jaksa juga mengungkap percakapan Handang dengan ajudan Dirjen Pajak, Andreas Setiawan melalui pesan WhatsApp. Di sinilah, nama Fahri Hamzah dan koleganya di DPR Fadli Zon terkuak. Jaksa menduga, nama-nama itu juga ‘bermain’ pajak dengan Handang.

Tak terima dengan hal itu, Fahri pun naik pitam. Beragam tudingan ditujukan kepada KPK. Memang Fahri Hamzah dikenal sangat kencang mengkritik KPK sejak dulu.

KPK kayak preman kampung

Fahri menegaskan, tidak takut manuver lembaga antirasuah itu dengan memunculkan namanya dan Fadli dalam kasus suap pajak. Dia tak segan menyebut cara KPK membungkam kritikan itu sebagai manuver ‘kampungan’.

“Yang begini gini nih kita enggak takut lagi yang begini gini. Mau nakut-nakutin orang dengan cara begitu, kayak orang kampung aja, preman kampung,” kata Fahri.

KPK sering lobi-lobi

Fahri menuding KPK kerap melakukan lobi dalam menangani perkara. Menurut dia, tidak jarang KPK menghilangkan nama dan memunculkan nama lain dalam sebuah kasus karena lobi tersebut.

“KPK itu ada lobi-lobi termasuk lobi untuk memisahkan perkara, lobi untuk memisahkan, niat jahat lobi untuk memberikan pretensi orang aktif atau tidak aktif ini semua lobi itu. Dan itu yang saya bilang KPK itu harus diawasi. Karena dia berpeluang juga untuk di lobi-lobi menghindarkan orang,” kata Fahri.

Lets Share!

Loading...

No Responses

Write a response